Jabir Ibn Hayyan yang hidup di Persia (Iran) pada abad ke-6 M percaya semua logam didasarkan pada merkuri yang dicampur dalam proporsi yang berbeda dan kemurnian yang berbeda dengan belerang.

Jika merkuri dan belerang benar-benar murni dan tercampur dalam proporsi yang sempurna, mereka akan membentuk emas, kata Ibn Hayyan, seperti yang dikutip dari Chemicool.com.

Pada 1759 Adam Braun dan Mikhail Lomonosov bekerja di St Petersburg, Rusia memperoleh merkuri padat dengan membekukan termometer merkuri dalam campuran salju dan asam nitrat pekat.

Ini memberikan bukti kuat bahwa merkuri memiliki sifat yang mirip dengan logam lain.

Pada 1772 dan 1774, ilmuwan Swedia Carl W Scheele dan ahli kimia Inggris Joseph Priestley memanaskan merkuri oksida dan menemukannya menghasilkan gas yang membuat lilin menyala 5 kali lebih cepat dari biasanya.