Baca Juga: 4 Cara Melatih Skill Leadership untuk Meraih Sukses

Seperti namanya, penipuan ini ibaratnya menggemukkan babi terlebih dahulu sebelum memotongnya. Dimana pelaku akan menghujani korban dengan pesan cinta dan kasih sayang untuk ‘menggemukkan mereka’ secara emosional, yang mirip dengan menggemukkan babi sebelum membujuk para korban untuk berinvestasi di perusahaan crypto palsu yang secara metaforis akan membantai korban.

Tidak seperti penipuan berkedok asmara secara tradisional, kebanyakan korban adalah orang-orang berusia 20-an dan 30-an yang memiliki pendidikan layak. Hampir 90 persen dari mereka memegang gelar sarjana atau lebih tinggi.

Dikutip dari Kompas.com, Akhir bulan Agustus, tepatnya tanggal 20 tahun 2022, menjadi hari yang tak terlupakan oleh seorang perempuan asal Pengalengan, Jawa Barat. Sebut saja “AA” (35).

Di hari itu, AA ingat betul ada seorang pria yang mengaku berasal dari Korea Selatan yang mengiriminya direct message Instagram (DM IG).