"Dulu, ketika belum ada dokter, bhisa menjadi sosok yang membantu ibu hamil hingga melahirkan," katanya.

Pada prosesi posipo, makanan berupa haroa, sajian khas Buton, dicubit sedikit lalu disuapkan kepada ibu hamil oleh para perempuan yang sudah menikah.

Selain itu, keluarga juga memberikan sejumlah uang untuk membantu biaya persalinan maupun pasca melahirkan.

Wa Ode Rumian Muhsiana, orang tua yang mendampingi putrinya menjalani posipo, menuturkan bahwa tradisi ini telah dilaksanakan turun-temurun dalam keluarga suku Buton.

“Sehari sebelumnya ibu hamil dimandikan oleh seorang ina yang paham ritual ini. Malam harinya dilaksanakan haroa sumanga yang dipimpin oleh laki-laki. Paginya, doa kembali dipimpin bhisa sebelum prosesi suap-suapan,” jelasnya.