KOLAKA TIMUR, TELISIK.ID - Setiap perkawinan atau pewiwahan dalam agama Hindu, memiliki aroma sakral dan pantangan atau larangan yang akan ada dalam setiap prosesinya.
Menaati segala larangan adalah kewajiban yang harus dijalankan, dengan harapan dalam melaksanakan kehidupan berumah tangga selalu ada dalam lindungan Tuhan.
Perkawinan dalam Hindu merupakan momentum penting dan berbahagia bagi mempelai yang menjalani. Segala keinginan dan harapan telah dipanjatkan guna mencapainya.
“Seluruh alat-alat yang digunakan pada saat Natab Makala-kalaan memiliki makna yang menyeluruh tentang cobaan-cobaan yang mungkin akan dihadapi kedua mempelai,” ujar Mangku Eka.
Dijelaskan lebih lanjut, seperti makna yang terkandung dalam sapu lidi tiga batang yang digunakan saat Natab Beten merupakan simbol Tri Kaya Parisudha.
