Di beberapa daera, babi laut mewakili lebih dari 95 persen dari total berat hewan di dasar laut. Meskipun babi laut cukup berlimpah, kebanyakan orang jarang atau hampir tidak akan pernah melihat babi laut, karena habitat tinggal babi laut di bagian terdingin dan terdalam di lautan.
Baca Juga: Salp, Hewan Laut Transparan Bisa Redam Dampak Rumah Kaca
Para ilmuwan telah mengetahui tentang babi laut selama lebih dari 100 tahun. Babi laut pertama kali dijelaskan oleh ahli zoologi Swedia Hjalmar Théel pada tahun 1882. Namun, para ilmuwan masih berusaha memecahkan misteri tentang babi laut yaitu siklus hidup babi laut, pola reproduksi dan perilaku.
Para peneliti telah mengamati hewan laut dalam, termasuk babi laut, di dasar laut jurang selama beberapa dekade dan menemukan bahwa komunitas ini dapat berubah secara dramatis dan tidak menentu dari waktu ke waktu. Meskipun penelitian selama beberapa dekade, para ilmuwan masih tidak yakin mengenai perubahan perilaku babi laut. (B)
Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan
