Pembersihan dilakukan menggunakan air dan cairan khusus agar permukaan bodi tetap terawat. Kegiatan itu dijadwalkan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa dan Jumat.

Namun, debu masih mudah menempel pada permukaan mobil, terutama saat cuaca panas. Untuk mengurangi paparan debu dan pengaruh cuaca, pihak museum berencana memasang pelindung berbahan akrilik.

Keberadaan Mercedes-Benz 220S ini menambah koleksi sejarah yang dapat dijumpai pengunjung Museum Provinsi Sultra. Kendaraan tersebut merekam salah satu bagian dari hubungan pemerintahan pusat dan daerah pada masa kepemimpinan Soeharto.

Sejak masuk museum pada 1998, mobil itu tidak lagi digunakan untuk perjalanan, melainkan dipertahankan sebagai benda bersejarah. Perawatan rutin menjadi bagian dari upaya museum menjaga kondisi fisik kendaraan sekaligus mempertahankan keterkaitannya dengan peristiwa kunjungan Presiden Soeharto ke Sulawesi Tenggara.

Penulis: Rinanda Natalia