“Saya belum pernah melihat begitu banyak cinta. Saling berpelukan dan cium tangan antar mereka. Salat lima waktu dalam sehari, wanita memakai pakaian panjang, cara mereka makan. Kau juga bisa pergi ke negara manapun dengan menyapa salam. Kau bisa punya saudara, aku memilih Islam karena itu bisa menghubungkanku,” katanya.
Baca Juga: 10 Nabi yang Miliki Kisah Hidup di Palestina
Menurut Muhammad Ali, saat dirinya masuk Islam, ia bisa merasakan kebebasan. Islam disebutnya mampu menghubungkannya dengan saudara Islam di seluruh negara.
“(Dalam Islam) aku merasakan kebaikan dan kebebasan. Agama ini membuatku terhubung dengan Saudi Arabia, Pakistan, Maroko, Syiria. Aku pun bisa tinggal di istana-istana pemimpin Muslim dunia karena aku seorang Muslim. Masyarakat juga menyambutku layaknya seorang saudara. Oleh karena itu aku memilih agama Islam,” ungkapnya.
Kemudian, pada tahun 1964, ketika dia memenangkan kejuaraan kelas berat usai menumbangkan Sonny Liston, Muhammad Ali mengumumkan secara terbuka dan membuat pernyataan independen: "Saya percaya kepada Allah dan dengan damai," katanya.
