
“Diambil dari sungai yang deras alirannya dan bersih, tidak dimasuki binatang dan dahulu diambil menggunakan pohon bamboo. Namun saat ini bisa diambil menggunakan jerigen karena sudah susah mencari pohon bamboo. Yang terpenting air itu ada dan sampai di tempat upacara untuk digunakan oleh peserta,” jelas La Ntolori.
2. Pengambilan mayang pinang atau bhansano bea. Dalam proses ini ada seseorang yang ditugaskan untuk mengambil mayang pinang. Pengambilan mayang pinang juga dilakukan dengan etika seperti tidak boleh menoleh ke kiri dan keckanan.
Baca Juga: Mengenal Kande-kandea, Tradisi Masyarakat Buton yang Masih Dipertahankan
“Orang yang mengambil mayang pinang itu ditunjuk langsung oleh yang punya acara dan biasanya dari keluarga sendiri. Adapun proses pengambilan mayang pinang, tidak boleh mengarah ke barat atau arah mayang pinangnya dan tidak boleh dijatuhkan tetapi harus dipegang sampai ke tanah,” ujar La Ntolori.
