Tari Lumense memiliki gerakan-gerakan yang dinamis, terlihat bahwa Tarian Lumense memiliki nilai magis spiritual. Secara etimologi, kata Lumense terdiri dari kata lumee yang bermakna mencuci atau membersihkan dan kata “e’ense” berarti berjingkrak-jingkrak ibarat menginjak dan melompati bara api.
Saat ini Tarian Lumense merupakan tarian yang sangat cukup tua di suku Moronene. Di daerah Kabaena dari usia anak-anak hingga dewasa masih mengenal Tarian Lumense.
Jika diamati dari gerakannya, Tari Lumense merupakan salah satu tradisi masyarakat Tokotu'a atau Kabaena, Kabupaten Bombana, dalam menyambut tamu pada pesta-pesta rakyat. Tarian ini dilakukan oleh kelompok perempuan yang masing-masing berpasangan. Ada yang menari sambil memegang parang yang digunakan untuk menebang pohon pisang.
Para penari menggunakan busana adat Tokotu'a atau Kabaena memakai rok berwarna merah maron dan atasan baju hitam.
Baca Juga: Aneh, Pejabat Eselon II di Muna Bakal Dijob Fit di Jabatan Lama
