Lulo Alu adalah tarian yang memiliki akar kuat dalam tradisi masyarakat Tokotua, Kabupaten Bombana.
Tarian ini sejak dahulu kala telah menjadi bagian penting dari ritual adat untuk mengungkapkan rasa syukur kepada Sang Pencipta atas hasil panen yang melimpah, khususnya beras, yang pada masa lalu menjadi salah satu sumber kekuatan ekonomi dan penopang Kesultanan Buton.
Gerakan dalam tarian ini menggambarkan aktivitas sehari-hari masyarakat, seperti menumbuk padi dan menapis gabah, di mana para penari menggunakan alat tradisional seperti alu (penumbuk padi) dan nyiru.
Dalam penampilannya, tarian ini dibawakan oleh 12 penari yang terbagi dalam dua kelompok. Delapan penari laki-laki memegang alu, yang melambangkan proses penumbukan padi, sedangkan empat penari perempuan membawa nyiru dan saputangan yang digunakan untuk menapis gabah.
Kostum yang dikenakan para penari juga mencerminkan ciri khas Kabaena, dengan dominasi warna hitam serta aksen kuning dan merah yang menambah kesan elegan namun tetap tradisional.
