Baca Juga: Profil Muhammad Adam Septia Keulana, Komandan Kompi Paskibraka di IKN

Tarian Lulo Alu terus dilestarikan oleh masyarakat Sultra hingga kini dan seringkali dipentaskan dalam upacara adat untuk menyambut tamu-tamu penting yang berkunjung ke daerah Tokotua.

Selain itu, tarian ini juga kerap diperlombakan dalam berbagai acara, termasuk peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, dari tingkat sekolah dasar hingga umum.

Sebelumnya diberitakan telisik.id, pada tahun 2024 ini, sebanyak lima puluh penari kolosal Lulo Alu dari Sultra diberi kehormatan untuk tampil dalam upacara penurunan bendera di Istana Negara.

Mereka terdiri dari 40 penari asal Kota Kendari dan 10 penari lainnya berasal dari Kabupaten Bombana. (C)