“Jadi, Festival Batupoaro bukan hanya soal penyesuaian dengan kondisi alam, tetapi juga mencerminkan identitas kita sebagai daerah maritim yang kaya dengan nilai-nilai keislaman,” ujar Rasman.

Wulan, warga Kecamatan Batupoaro, mengatakan bahwa tradisi ini biasanya dilaksanakan dalam satu hari. Festival ini umumnya diadakan saat perayaan ulang tahun kota atau Haroana Baubau.

“Pelaksanaannya hanya sehari. Ibu saya juga ikut menjaga talang untuk kande-kandea (pesta adat makanan),” kata Wulan. (B)

Penulis: Elfinasari

Editor: Mustaqim