BAUBAU, TELISIK.ID - Malam peringatan Nuzulul Quran 1447 H / 2026 M di Masjid Agung Jamiathus Sholihin Kota Baubau berlangsung khidmat. Acara ini menekankan pentingnya Al-Quran sebagai pedoman hidup dan sarana memperkuat ukhuwah.
Nilai-nilai Al-Quran pun selaras dengan Sara Pataanguna, falsafah Buton yang mengajarkan rukun, saling menghormati, dan keharmonisan sosial.
Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam menjelaskan, peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar ritual tahunan, tetapi momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai Al-Quran sebagai peta jalan hidup. Ia menekankan bahwa persaudaraan atau ukhuwah merupakan modal sosial terbesar bagi masyarakat Kota Baubau.
“Al-Quran mengajarkan bahwa perbedaan adalah sunnatullah, namun persatuan adalah kewajiban. Di tengah pembangunan kota kita, ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wataniyah, dan ukhuwah basyariyah harus tetap menjadi fondasi utama,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Sementara itu, Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, juga mengaitkan pesan-pesan universal Al-Quran dengan kearifan lokal masyarakat Buton. Ia menyampaikan, nilai-nilai dalam Al-Quran sangat sejalan dengan falsafah Sara Pataanguna yang selama ini menjadi pedoman hidup masyarakat Baubau dalam menjaga keharmonisan sosial.
