Lukman menyoroti bahwa pada masa lalu, dewan syuro memiliki peran sentral dalam setiap keputusan penting partai. Mereka turut menandatangani surat keputusan dan memberikan persetujuan terhadap kebijakan yang diambil oleh pengurus harian DPP PKB.

Namun, dalam kepemimpinan saat ini, peran tersebut hilang, yang menandakan adanya penghilangan eksistensi dewan syuro dari seluruh tingkatan organisasi PKB.

Sebelumnya diberitakan Telisik.id,  Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menunjuk dua petinggi organisasi untuk mendalami hubungan antara PKB dan PBNU. Keduanya, Kiai Anwar Iskandar dan Amin Said Husni, dipercaya untuk mengemban tugas ini.

Mereka memiliki pengetahuan mendalam tentang sejarah dan dinamika internal PKB, yang diharapkan dapat mengurai ketegangan dan mengembalikan harmonisasi di antara kedua organisasi.

Penunjukan ini diharapkan bisa meredakan konflik yang tengah memanas antara PBNU dan PKB. Ketegangan ini meningkat setelah sejumlah pernyataan dari elit PKB dianggap melenceng dari prinsip awal pendirian partai.