Kata Khairil, untuk menghidupi adik-adiknya, kakaknya yang sudah bisa melaut mengandalkan hasil pancingan ikan di sekitar Pulau Sagori.
Sementara untuk nasi, mereka mengandalkan pemberian warga setempat.
"Setelah kami telusuri, kalau siang mereka memancing untuk bertahan hidup. Sementara beras mengandalkan pemberian tetangganya yang dimasak jadi bubur," lanjut Khairil yang baru beberapa bulan menjabat sebagai lurah.
Saat ini, keluarga kecil yang hidup tanpa ayah dan ibu ini telah mendapatkan bantuan meski terbatas dari berbagai pihak. Di antaranya dari pemerintah kelurahan, Dinas Sosial berupa sembako, bahkan rencananya bakal dibangunkan tempat tinggal yang layak melalui usulan Lurah Sikeli kepada Pemkab Bombana.
"Kami sudah susunkan proposalnya pembangunan rumah bagi mereka untuk diusulkan di Pemda," tutupnya.
