KENDARI, TELISIK.ID - Di balik deretan gerobak kecil yang diatapi payung, ada harapan dan senyuman menjuntai di bibir seorang ibu, Sarniati (37). Dalam kefasihan tangannya mengolah bahan-bahan dagangan, ia selalu ditemani sang buah hati kecilnya.

Panas mentari begitu terasa menyengat membuat kulit wanita itu semakin kering. Meski tubuh kurusnya berlindung di bawah payung, tak mengurangi kepenatannya, terlebih karena harus berdagang sembari mengasuh anaknya yang baru berumur dua tahun.

Tangannya cekatan mengatur adonan di dalam kukusan buroncong, sementara tangan lainnya memegangi anaknya agar tak berlarian di jalan.

Tangan yang keriput sebelum waktunya itu menjadi saksi kerasnya perjuangan Sarniati membantu ekonomi keluarga. Terkadang dia harus menggendong dan menidurkan anaknya di sela-sela kegiatannya membuat buroncong dan melayani pembeli.

Naluri keibuannya tak pernah berkurang meski harus melawan kemiskinan. Sang anak ditidurkan di atas kayu kecil bersama mainannya ketika bocah kecil itu mulai terlelap. Sarniati dengan sigap melindungi anaknya dari teriknya sinar matahari.