“Saya salah satu orang yang harus berobat selama enam bulan karena penderita TB, awalnya itu pada 2020 ada beberapa gejala TB yang saya rasakan seperti batuk, demam yang kian terus menerus saya rasakan. Tapi saya tidak hiraukan hingga semakin hari semakin parah, dan saya beranikan diri untuk periksa,” kata Waciani, Senin (15/1/2023).

Ia juga mengatakan, sebelumnya ada kerabat yang terkena penyakit ini, saat itu Waciani lah yang membantu merawat keluarganya yang terkena TB tersebut.

“Kebetulan dalam keluarga kami juga ada yang penderita TB. Dulu saya satu rumah dengan kakak saya yang penderita TB, tapi pada saat kakak saya sakit saya sudah tidak satu rumah hanya saja sering berkunjung kerumahnya dan saya juga sempat temani ia berobat,” ujarnya lagi.

Saat ini, Waciani merupakan warga Lasoso, Kecamatan Kendari Barat yang tinggal bersama keempat anaknya. Ia mengetahui penyakit TB ini akan menular ke siapa saja dan untuk menghindari hal tersebut Waciani menjaga batasan untuk berinteraksi dengan anak-anaknya.

“Saya harus menjaga jarak dengan anak-anak, alat makan saya pun itu tersendiri dan saya tidak tidur seranjang dengan mereka. Pada saat berkomunikasi saya harus jaga jarak, biasanya saya menggunakan masker,” ujarnya lagi.