Dengan begitu, para petani yang telah lebih dulu mengambil pinjaman enggan berpaling ke pedagang lain setelah panen.

Baca juga: Demi Pekerjaan, Pria Asal Sulsel Jalani Puasa di Tanah Rantau NTT

H. Yasri, salah seorang pedagang yang telah menggeluti usaha jual beli hasil bumi sejak 20 tahun lalu mengatakan, setiap hari ia bersama sekitar 10 pedagang lainnya yang meletakkan lapaknya menunggu para petani yang melintas membawa hasil pertanian baik itu cabai, lada, gula merah, jahe, dan kakao.

"Jadi usah ini kami lakukan sebagai salah satu cara untuk memudahkan petani, agar mereka tidak jauh lagi membawa hasil pertanian mereka ke keluar. Sehingga mereka ke kampung tinggal langsung ke pasar membeli kebutuhan pokok," terangnya, Minggu (18/4/2021).

Walaupun jumlah pedagang banyak, H. Yasri tidak merasa takut tersaingi oleh pedagang lainnya.