"Di sini banyak pedagang pak, bahkan di atas lapak saya masih ada enam orang pedagang, belum lagi yang berdomisili di gunung. Alhamdulillah reski sudah diatur oleh Allah," pungkasnya.

Lebih lanjut, Yasri menjelaskan, saat musim kakao tiba pendapatan para pedagang meningkat bahkan ia bisa mendapatkan kakao kering non fermentasi sebayak 5 ton per hari.

Sementara di luar musim, ia hanya bisa memperoleh kakao kering dari petani sekitar 400 sampai 500 kilogram per hari.

"Sekarang harga kakao kering Rp. 27.500 per kilogram, ini harga tembak," terangnya.

Dari hasil kakao di kecamatan Ngapa, khususnya di tiga desa tersebut, selama setahun ia mampu mengirim ratusan ton biji kakao kering ke Makassar menggunakan mobil truk miliknya.