Ong juga menyebut kalau kisah harta Soekarno sebenarnya bisa dipatahkan dengan argumen sederhana: jika punya emas, seharusnya Soekarno tidak melarat hingga akhir hayatnya. Ini artinya cerita harta karun emas batangan presiden pertama Indonesia yang selama ini dipercaya, tidaklah benar.
Namun, masih ada pihak yang percaya pada keberadaan harta ini. Menurut penelitian sebuah badan internasional, Soekarno dianggap sebagai presiden terkaya dengan total kekayaan ditaksir mencapai Rp 55 triliun.
Terdiri dari benda-benda tak bergerak seperti tanah, rumah, dan logam mulia berupa batangan emas yang berton-ton beratnya disimpan di bank-bank Swiss. Di era Orde Baru, Soeharto pernah membentuk tim untuk memburu harta karun Bung Karno.
Namun, hasilnya nihil karena semua itu tidak ditemukan. Setelah Bung Karno wafat pada 21 Juni 1970, banyak oknum yang mengaku dapat memberikan petunjuk dengan data dan fakta autentik untuk memperoleh harta karun Bung Karno tersebut.
Banyak kalangan, termasuk pejabat tinggi Indonesia saat itu, yang tertipu jutaan rupiah karena percaya pada ocehan oknum-oknum tersebut. Mereka datang, terutama kepada keluarga almarhum Bung Karno. Karena mengetahui fakta sebenarnya, keluarga tidak pernah percaya pada bujukan mereka.
