Saat ini, rakyat di masing masing daerah memerlukan bantuan seperti penyemprotan disinfektan, pembagian masker, sembako, dan bahkan kalangan menengah dan bawah sudah kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
Rumah sakit dan tempat tempat layanan kesehatan memerlukan APD dan masker. Serta banyak lagi sektor sektor yang terdampak akibat wabah pandemic ini.
Menjadi ironi, jika calon pemimpin daerah yang saat ini sudah mulai kendur spirit politiknya. Mulai menjauhi rakyat dengan alasan, pilkada diundur.
Hilang dari peredaran karena, hitungan cost politik. Tak tampak batang hidungnya, karena rekomendasi partai ditunda.
Jika ada calon kepala daerah seperti ini, maka dapat dikatakan bahwa yang yang seperti ini tak layak jadi pemimpin. Bukan saja tidak peduli, tapi tak memiliki jiwa pemimpin. Tak peka pada situasi krisis.
