Apabila pasca stay at home,  kandidat memiliki peningkatan posisi dalam hasil survey, maka sudah dapat dipastikan aktivitas politik "peduli rakyat" berjalan maksimal.

Maka gerbang kans menang dalam kontestasi dalam pilkada terbuka.

Jika kandidat "diam" lari dari kenyataan, maka rakyat pun mencatat, bahwa kandidat tak layak dijadikan pemimpin daerah. (*)