
Kepala BKKBN Sulawesi Tenggara, Asmar mengatakan, pengembangan aplikasi elsimil ini dilakukan untuk mencegah stunting baru yang dapat terjadi pada remaja, calon penganting, dan ibu hamil.
“Jadi kalau ada yang bilang kita mempersulit orang menikah itu tidak benar. Tapi aplikasi ini demi membantu calon pengantin agar anak-anaknya nanti tidak mengalami stunting,” kata Asmar kepada Telisik.id saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (27/3/2023).
Saat ini, kata dia, pihak BKKBN sudah berkoordinasi dengan pencatatan sipil dan KUA agar meminta siapa saja yang mengurus administasi menikah untuk memiliki sertifikat yang dikeluarkan dari aplikasi Elsimil.
“Kalau dari bimbas (bimbingan masyarakat) Islam sudah menyaratkan sertifikat elsimil. Karena kita sudah bekerjasama dengan KUA,” ujarnya.
