Jika opsi itu yang dipilih, sebenarnya masih miris dan terlalu memaksakan. Semestinya, kegagalan Puan Maharani menaikkan elektabilitas dirinya telah menjadi alarm bagi PDIP, jika perlu punishment sehingga tidak lagi memaksakan Puan Maharani sebagai capres dari PDIP.  

Partai-partai lain sebenarnya cenderung lebih mendukung bersama PDIP dan berkenan berkoalisi jika yang diajukan Ganjar Pranowo. Semestinya, PDIP lebih realistis dengan memilih dan mengusung Ganjar Pranowo sebagai capresnya.

Sebab, Ganjar juga memang lebih didukung oleh anggota internal PDIP. Jadi, jika ingin memaksakan Puan Maharani dan berpotensi menang sebaiknya mengusung Ganjar-Puan dengan maju sendiri tanpa berkoalisi.

PDIP tidak bijak dan membohongi diri. Jika memaksakan Puan Maharani dan bersiap oposisi. Sebab, PDIP sebagai oposisi juga tidak sukses, karena PDIP butuh menunggu satu dekade untuk memimpin kembali.

Jangan lupakan pula, Taufik Kiemas sampai “merengek” ingin bergabung dengan koalisi bersama Partai Demokrat pasca pemilihan presiden (Pilpres) 2009 lalu. Penyebabnya, karena lelah menjadi oposisi.