Balasan buat pelaku dusta, "Seseorang tidak dikatakan beriman seluruhnya sampai ia meninggalkan dusta saat bercanda.” (HR  Ahmad).

Allah menyatakan, "Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta." (QS al-Nahl/16: 105). Dari ayat ini dapat dipahami bahwa berdusta adalah perbuatan yang diada-adakan untuk suatu maksud tertentu. Perbuatan dusta ini ada pada diri pelaku ghibah dan namimah.

Karena begitu besar bahaya dusta, Nabi mengancam pelakunya dengan neraka,  "Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga. Apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke neraka. Jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta."  (HR Abu Daud).

Baca Juga: Orang Tua Akan Dimintai Pertanggungjawaban Tentang Anaknya

4. Memaki, mengumpat, dan melaknat