Menurut Syaikh Nawawi, memaki adalah menyamakan orang dengan apa saja yang memiliki nilai kurang dan hina. Sementara mengumpat berasal dari kata umpat yang berarti memburuk-burukan orang dalam keadaan marah dengan kata-kata keji dan kotor. Jadi tampaknya mengumpat lebih luas dari memaki.
Berbeda lagi dengan melaknat. Melaknat tidak ditujukan hanya kepada manusia. Menurut Syaikh Nawawi, seluruh kalimat yang dilontarkan kepada hewan dan benda mati termasuk kategori ini. Inti melaknat adalah agar yang dilaknat tidak mendapatkan rahmat Allah. Jadi melaknat bukan hak manusia.
Untuk menghindari maksiat lidah, cara yang paling mudah adalah diam. Nabi mewanti-wanti, "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR Bukhari).
Allah SWT telah menciptakan lidah bagimu supaya engkau dapat berzikir dengannya, supaya engkau dapat membaca Al-Qur’an dan membimbing manusia ke jalan kebenaran, serta supaya engkau dapat melahirkan perasaan dan kehendakmu, baik dalam urusan dunia ataupun urusan akhiratmu. Apabila engkau menggunakan lidahmu bagi tujuan yang lain dari yang dimaksudkan oleh Allah Ta’ala, berarti engkau tidak bersyukur terhadap nikmat yang diberikan-Nya kepadamu. (C)
Penulis: Haerani Hambali
