PDIP menyadari pasca kekalahan Djarot, partai ini tidak akan mencoba kembali mengajukan kader yang karakternya tenang. Tulisan ini ingin menguraikan mengenai Ahok yang rencananya diajukan untuk cagub di Sumut.

Peruntungan Kecil Ahok di Jakarta

Harus diakui bahwa Ahok banyak yang menilai jika dimajukan kembali oleh PDIP untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta maka peluang Ahok untuk terpilih semakin menyusut drastis.

Ahok memiliki rekam jejak dirinya yang negatif sebelum dan sesudah Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Ahok dalam bahasa Sarkas pernah “keseleo lidah” saat membicarakan memilih pemimpin yang dihubungkan dengan Surat Al-Maidah ayat 51 dan akibatnya juga ia kalah, bahkan sempat merasakan dinginnya Hotel Prodeo akibat vonis Pengadilan Negeri Jakarta berupa dua tahun atas kasus penodaan agama.

Rekam jejak Ahok yang telah negatif karena menyitir ayat Al-quran surat Al-Maidah ayat 51. Ditambah juga fakta bahwa "mulut" Ahok yang ceplas-ceplos dengan perangai yang "senang" berkonflik dengan politisi dan birokrat. PDIP tentu khawatir mengajukan Ahok jika kemungkinan menangnya kecil. Karakter Ahok juga dinilai jika diajukan malah menghadirkan keresahan warga Jakarta.