Baca Juga: Menelisik Jabatan Menteri Pertahanan Nanti

PDIP dalam mengajukan Ahok juga disinyalir tak bermaksud untuk Ahok agar bisa bersama Bobby sebagai pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur di Sumut. Apalagi jika kita melihat fakta dari berbagai peristiwa.

PDIP tidak akan pernah merangkul maupun bersama dengan orang-orang yang sudah "melukai" PDIP. Hasil keputusan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP 24-26 Mei 2024 ini juga menjelaskan bahwa PDIP telah menutup hubungan baik dengan Jokowi dan Keluarga Jokowi. Bahkan, telah jelas bahwa Bobby dipecat oleh PDIP, sehingga tidak mungkin PDIP akan merangkul kembali Boby Nasution meski alasan untuk kepentingan masyarakat Sumut sekalipun.

Patut juga dipahami sakit hatinya PDIP, terhadap Jokowi dan Keluarga Jokowi. Jokowi, Gibran, dan Bobby adalah kader PDIP yang telah dibesarkan oleh partai ini. Tetapi Jokowi dan keluarga besarnya malah mengkhianati organisasi kepartaiannya hanya karena obsesi kekuasaan dirinya dan keluarganya semata.

Jadi Ahok itu diajukan oleh PDIP untuk bertarung di Pilgub Sumut, karena PDIP khawatir Ahok akan kalah kedua kalinya di Jakarta. Sehingga, Ahok dipindah tugaskan untuk bertarung di Pilkada Sumut, dengan harapan menang. Kans Ahok untuk memang di Pilgub Sumut haru diakui masih terbuka luas peluang menangnya. PDIP juga sekaligus mengirimkan pesan dengan mengajukan Ahok di Pilgub Sumut bahwa PDIP punya penantang dari Bobby yang merupakan mantu dari Presiden Jokowi.