Suasana di dalam pagar Benteng Tindoi, benteng ini berada di tengah hutan di puncak tertinggi Pulau Wangi-Wangi. Foto: Pusatstudiwakatobi.blogspot.com

 

Ia menutur, hal yang menarik dari benteng itu adalah karena letaknya di puncak tertinggi Pulau Wangi-Wangi, di dalamnya terdapat hutan dan ekosistem alam yang masih asri. Di dalam wilayah benteng, terdapat banyak aliran sungai kecil dan aliran air yang mengalir dari celah bebatuan.

Dilansir dari Pusatstudiwakatobi.blogspot.com, menurut salah satu kisah cerita rakyat lokal, disebut Tindoi karena berasal dari cerita pelayaran kapal Nabi Nuh, di mana setelah sekian tahun berlayar, mereka melihat warna putih di tengah lautan. Di perintahlah burung Gagak dan Itik untuk melihat buih itu.

Maka terbanglah kedua burung itu, hanya saja setelah melihat apa sebenarnya, gagak pulang melapor ke kapal perihal karang yang penuh dengan makanan. Itik tidak mau pulang, tetapi langsung makan, ia menggaruk di atas karang itu.

Setelah kapal merapat, dikutuklah itik untuk tidak dapat menggaruk seumur hidupnya. Kakinya diberikan daging yang membuat itik tak tak dapat menggaruk lagi seumur hidupnya sampai dengan anak cucunya.