Nantinya, pemberian sertifikat digital itu akan melibatkan pengembang aplikasi dalam negeri. Warga bisa mendapatkan sertifikat setelah divaksinasi melalui aplikasi yang bakal dibuat pemerintah.

Namun baru saja ide ini disampaikan Budi, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) langsung melancarkan kritikan keras. Mereka menilai jika vaksin tidak menjamin pandemi akan selesai sehingga rencana itu dinilai membahayakan.

Anggota Fraksi PDIP Rahmad Handoyo menyebut, rencana itu bisa membuat banyak orang bebas pergi-pergi senaknya tanpa memperhatikan protokol kesehatan setelah menerima vaksin.

Hal itu dinilai tetap berpotensi membuat penyebaran virus corona semakin tak terkendali.

“Hati-hati, divaksin belum berarti bebas. Divaksin kemudian mlayu (pergi) sana-sini, kena virus, naik pesawat, nularin semua Pak, hati-hati, tetap pakai masker, jaga jarak, harus pakai, Pak," kritik Handoyo. (C)