DIAKUI atau tidak, mungkin sejak pembangunanisme (baca: apa pun syah ygketika dihadapkan pada pembangunan) melingkupi segenap negeri ini, budaya gotong-royong sudah semakin terpinggirkan.
Kemajuan teknologi, tidak diantisipasi oleh rekayasa sosial, atau mungkin rekayasa sosial ada tapi tertinggal jauh dari pembangunanisme.
Pembangunan karakter manusia tidak lagi sejalan dengan Pancasila sebagai pandangan, dan filosofi hidup bangsa yang telah lama disepakati sebagai dasar negara.
Karya luhur anak bangsa itu, terasa seperti mubazir, lantaran cuma diakui oleh banyak warganya secara verbal belaka. Bahkan, jangan-jangan ada yang menggapnya sudah kuno!
Seorang teman yang akrab dengan teknologi maju dan penyutradaraan film risau (lebih kurang sama risaunya dengan penulis) melihat kemajuan teknologi dewasa ini.
