Dengan kondisi seperti itu, wajar saja bila kini di sini gampang ditemukan mereka --tak muda tak dewasa-- yang lebih reflek "sharing" ketimbang "thingking before sharing."

Penulis kerap menjumpai di atas gerbong kereta rel listrik (KRL), kala sempit berdesak-desakan sekalipun, para penumpang lebih asyik bergadget-ria sambil duduk atau berdiri sekalipun.

Sambil berdiri pun, mereka tetap asyik bergadget-ria. Mungkin dalam tiap formasi gerbong penumpang, lebih banyak penumpang yang bergadget-ria ketimbang mereka yang membiarkan gadgetnya tetap di saku atau di dalam tas.

Selebihnya, penumpang yang lain (entah pura-pura atau sungguhan), memilih tidur ketimbang bangun, lantas mempersilakan  penumpang yang lebih layak duduk ketimbang dirinya untuk menempati kursi panjang yang mereka tempati.

Lebih celaka lagi, kerap dijumpai pemandangan mencolok kala jam-jam KRL tak begitu dipadati penumpang. Pernah, seorang Ibu muda, dengan dua orang anaknya, di kursi panjang gerbong KRL, asyik dengan gadget erat berada di tangan masing-masing.