Diungkapkan, saat ini Menteri Keuangan, Sri Mulyani tengah memutar otak, untuk mencari sumber tambahan APBN, termasuk kini tengah membidik pajak industri digital seperti marketplace (online store) dan perusahaan internet lainnya yang beroperasi di Indonesia untuk menggenjot sumber tambahan APBN yang saat ini mengalami defisit.  

"Masak pelaku UMKM dikenai pajak, sementara pengusaha besar termasuk industri otomotif dibebasin pajak hingga Nol persen, itu kan tidak adil," imbuhnya.

Dituturkan, kalau belajar dari krisis ekonomi 1998, pelaku UMKM lah yang paling banyak membantu geliat ekonomi, sehingga keberpihakan kebijakan pemerintah mesti mengarah ke sana, karena geliat ekonomi UMKM sangat bersentuhan dengan nadi ekonomi rakyat.

Baca juga: Program KSBB untuk UMKM sebagai Pemulihan Usaha Mikro di Jakarta

Saat pandemi seperti sekarang, kebanyakan masyarakat lebih memprioritaskan pemenuhan kebutuhan bahan pokok, ketimbang pemenuhan lifesyle dimana otomotif termasuk diantaranya.