Oleh: Prof. Abd. Rasyid Masri

Akademisi dan Pebisnis

INDONESIA menganut ekonomi Pancasila dengan ciri gotong-royong, persaudaraan, musyawarah mufakat, dan berkeadilan sosial. Sehingga masyarakat Indonesia diharapkan bermental pancasilais, bukan mental kapitalis.

Tetapi realitas keseharian, dalam konteks hubungan sosial dan politik, rasa-rasanya sudah banyak bermental kapitalis. Bermental gaya pikir Adam Smith --tak terkait keluarga Habib Bahar bin Smith, tapi Adam Smith seorang pencetus teori ekonomi pasar bebas, dengan karya terkenal The Wealth of Nations. Bukunya menjadi rujukan para pendekar ilmu ekonomi modern.

Betulkah mental orang Indonesia telah banyak bergeser ke perilaku mental kapitalis? Tentu ukurannya adalah hasil riset. Secara hipotesis ada benarnya. Sekarang mana ada relasi atar masyarakat tidak dengan  kepentingan berorientasi pribadi, kepentingan kelompok dan UUD (ujung-ujungnya duit) keuntungan pribadi, dan kepentingan pribadi (self interes).