Di lokasi tersebut, ia akan berdialog dengan pengelola SPBU terkait ketersediaan BBM, distribusi, serta kendala yang dihadapi. Kunjungan ini akan diakhiri dengan pengecekan TBBM Baubau sebelum Bahlil bertolak ke Kendari.

Di tengah kunjungan Bahlil, Pertamina menjadi sorotan terkait dugaan pertalite oplosan yang menyebabkan mogok massal kendaraan ojek online di Kendari.

Dugaan ini muncul setelah banyak pengemudi mengalami masalah mesin setelah mengisi BBM di beberapa SPBU, seperti Saranani, THR, Rabam dan Tapak Kuda By Pass. Kasus ini membuat masyarakat khawatir akan kualitas BBM yang beredar di pasaran.

Sebelumnya diberitakan telisik.id, Pertamina menyatakan bahwa mereka telah melakukan pengujian terhadap BBM pertalite yang dijual di empat SPBU tersebut.

Hasil uji menunjukkan bahwa BBM masih sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas (Dirjen Migas) Kementerian ESDM. Pihak Pertamina menegaskan bahwa standar mutu BBM RON 90 tetap terjaga sesuai ketentuan yang berlaku.