Dari hasil pemeriksaan, mereka mengklaim bahwa kualitas pertalite tetap berada dalam standar yang telah ditetapkan.

“Diperoleh hasil (pengujian) masih masuk dalam range mutu dari Dirjen Migas. Untuk produk, hasilnya sudah on spec atau sesuai spesifikasi. Secara mutu, tidak ada hubungannya kerusakan mobil, kerusakan motor," kilah Supriyono.

Untuk memperkuat transparansi, Pertamina akan mengirim sampel pertalite dari empat SPBU di Kendari ke laboratorium Lembaga Minyak dan Gas (Lemigas) Kementerian ESDM di Jakarta.

Mereka memperkirakan bahwa hasil pengujian laboratorium tersebut akan keluar dalam waktu satu pekan ke depan.

"Kalau memang diperlukan akan kita sampaikan kembali hasilnya (dari Lemigas),” kata Supriyono.