Terminal umum Dermaga Batuputih juga memiliki area bongkar muat container seluas 5,08 hektar. Termasuk area Jetty yang mampu menyandarkan kapal dengan kapasitas  80.000 DWT atau dengan panjang Jetty 190 meter. Dermaga tersebut dioperasikan oleh PT Dua Samudera Perkasa.

Beroperasinya Dermaga Batuputih ini tidak lepas dari peran Jhonlin Group, perusahaan induk yang memiliki anak usaha di bidang perkebunan tebu (bahan baku gula) dan pabrik gula di Kabupaten Bombana. Begitu halnya PT Dua Samudera Perkasa, juga merupakan unit usaha Jhonlin Group yang bergerak di bidang jasa pelayanan pelabuhan.

CEO Jhonlin Group, Ghimoyo mengatakan, PT Dua Samudera Perkasa telah berpengalaman mengoperasikan dermaga maupun pelabuhan sejak tahun 2007.

“PT Dua Samudera Perkasa sudah berpengalaman, sehingga kami yakin tidak akan ada kendala yang berarti selama proses beroperasinya Dermaga Batuputih ini," ungkanpnya dalam rilis yanh diterima Telisik.id.

Ghimoyo berharap, dengan telah beroperasinya dermaga yang berkapasitas 70.000 DWT ini, yang langsung dapat digunakan sebagai dermaga ekspor dan impor, meski masih membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah untuk peningkatan infrastruktur jalan yang saat ini belum memadai.