Rumah semi permanen yang dihuni keluarga Hatta menjadi gambaran kondisi masyarakat yang masih membutuhkan dukungan pemerintah. Dinding rumah tampak lapuk, sementara atap seng yang digunakan telah berlubang di sejumlah bagian.
Selain dihuni tujuh orang, rumah tersebut juga belum memiliki fasilitas kamar mandi maupun jamban yang layak.
Saat berdialog dengan rombongan pejabat yang hadir, Hatta mengaku bekerja sebagai pemulung dengan penghasilan yang tidak menentu setiap harinya.
“Kerja pemulung, penghasilannya tidak menentu,” ujarnya di Kendari, Jumat 29/5/2026).
Baca Juga: Kendari Sabet Peringkat II Penurunan Pengangguran se-Sulawesi, Dapat Insentif Rp 2 Miliar
