“Total tenaga kerja yang terserap sekitar 35.892 pekerja dengan dukungan tenaga pendamping teknis dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menilai program bedah rumah merupakan bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan.
“Kita ingin masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan pemerintah bisa merasakan kehadiran negara,” kata Tito.
Menurutnya, program BSPS tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mengurangi jumlah rumah tidak layak huni dari tahun ke tahun.
