Ia menegaskan, komitmen tinggi Pemerintah Indonesia dalam upaya perbaikan gizi di Indonesia yang tetap menjadi prioritas, meskipun dalam masa pandemi COVID-19 dan di tengah tantangan pelaksanaan berupa skema Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
PSBB berdampak pada penurunan daya beli masyarakat hingga terganggunya rantai pasok makanan.
Baca juga: Jokowi Harap Kejaksaan Bersih dan Jadi Acuan Penegak Hukum yang Berintegritas
Namun, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, intervensi penurunan stunting harus terus dioptimalkan demi memenuhi target penurunan balita stunting menjadi 14 persen pada 2024.
“Saat ini, kita sedang berpacu dengan waktu untuk menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing dalam rangka menjawab peluang bonus demografi ke depan. Untuk itu, kita perlu bergandengan tangan dan bekerja bersama dalam mencari inovasi-inovasi berbasis bukti dalam upaya mempercepat perbaikan gizi masyarakat,” ujar Kepala Bappenas.
