Sistem tersebut membuat sejumlah layanan perpustakaan menjadi lebih praktis, mulai dari pendataan pengunjung hingga peminjaman dan pengembalian buku.
“Di sini kami inovasinya perpustakaan digital. Kalau misalkan dulu datang ke perpustakaan masih menulis, sekarang sudah pakai digital, barcode, kemudian tinggal ketik nama dan kelas sebagai pengunjung,” kata Juniarsita.
Perpustakaan digital tersebut juga memiliki sejumlah fitur, di antaranya sirkulasi untuk peminjaman dan pengembalian buku, bibliografi yang memuat daftar koleksi, serta inventaris untuk mencatat asal dan status buku.
Siswa juga dapat mencari koleksi melalui OPAC atau katalog perpustakaan. Dengan sistem tersebut, pengelola dapat mengetahui ketersediaan dan lokasi buku yang ingin dicari siswa.
Untuk memperluas koleksi, pengelola perpustakaan juga mengembangkan program yang melibatkan alumni. Setiap alumni didorong untuk menyumbangkan buku sehingga koleksi perpustakaan dapat terus bertambah.
