Budi juga menaruh perhatian pada hasil pertanian berbasis pengolahan misalnya seperti umbi-umbian yang diolah menjadi tepung di Desa Lampanairi hingga bawang goremg DZ khas Lande yang sudah terkenal hingga luar wilayah Buton Selatan.

Tentunya harus didukung oleh pemerintah daerah misalnya dengan menyetok persediaan bibit pasca panen. Terlebih lagi produk pertanian ketika sudah dipanen hanya dengan hitungan jam apabila tidak digunakan (diolah) akan layu seketika sehingga menurunkan nilai jual hasil pertanian tersebut.

Untuk itu, perlu mencari jenis tanaman pertanian yang mempunyai basis pengolahan sehingga pola-pola pertanian seperti itulah yang harus disupport dan dikembangkan yang mana meningkatkan ekonomi petani dan umur keberadaan komoditas menjadi panjang.

Tiga poin yang perlu diperhitungkan terkait sektor wisata di Buton Selatan, pertama dari sudut pandang alamnya, Budi mengungkapkan sudah banyak lokasi-lokasi yang diberdayakan menjadi objek wisata seperti Waburi Park, Pantai Lagunci (monumen kapal di atas batu), Jembatan Lingkar Wawongi, dan masih banyak lagi.

Ia yakin masih banyak lahan baru yang dapat dibuka untuk dijadikan destinasi wisata baru di Buton Selatan demi menopang dan meningkatkan taraf kehidupan sosial masyarakat setempat. Kedua, dari sudut pandang budaya, Ia mengatakan, hampir semua desa di Buton Selatan mempunyai agenda rutin acara adat yang digelar setiap tahunnya.