Menurut Kamal, kondisi tersebut turut berdampak terhadap jumlah pembeli. Bau sampah terbawa angin hingga ke lapaknya, sementara warga yang masih membuang sampah di lokasi tersebut membuat tumpukan kembali muncul.
"Makanya dari kemarin-kemarin pembeli berkurang. Sudah pernah ditegur juga, tapi tetap ada yang buang," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Ummu Alfian (40-an), warga sekaligus pedagang yang telah bertahun-tahun berjualan di kawasan tersebut. Ia mengatakan sampah yang menumpuk pernah mengeluarkan bau menyengat hingga dikeluhkan pembeli yang sedang mengantre.
Saat ditemui Kamis (1/10/2026), Ummu juga menyebut keberadaan lalat dan tikus semakin mengganggu aktivitas warga dan pedagang di sekitar lokasi.
Persoalan itu, menurut Kamal, telah berlangsung lebih dari sebulan. Ia menduga munculnya tumpukan sampah berkaitan dengan perubahan sistem pengangkutan sampah di kompleks perumahan sekitar.
