Berdasarkan kajian Badan Energi Internasional (IEA), penyebab utama pemanasan global saat ini adalah sektor energi yang berkontribusi berkisar 70-75 persen pembentuk emisi CO2 dunia. Karena itu jika kesepakatan paris tersebut sesuai target dapat tercapai pada tahun 2040 penurunan emisi gas CO2, maka secara global harus diturunkan minimal 52 persen.
Merujuk hal tersebut, terjadilah upaya yang sangat masif untuk menggantikan penggunaan kendaraan memakai energi fosil dengan kendaraan menggunakan energi Listrik.
Berkembang pesatnya kendaraan listrik (EV battery) di dunia, maka kebutuhan akan baterai sangatlah besar juga, dimana salahsatu bahan baku EV battery yang paling efisien itu adalah Nikel. Dan Indonesia memiliki 52 persen cadangan nikel dunia.
Ada tiga jenis baterai yang digunakan untuk kendaraan listrik saat ini, yaitu;
1) Nickel Cobalt Aluminium (NCA) dengan ketahan panas sekitar 150°C,
