ESS ini dapat kita umpamakan seperti 'power bank' dengan giga baterai skala besar, dimana fungsinya dapat digunakan menyimpan tenaga listrik besar hingga puluhan mega watt, bahkan hingga 100 MW untuk stabilisator atau untuk pengganti sebagai pembangkit peaker (penopang beban puncak).

Jadi secara rasional kalkulasi bisnis, pemilihan Tesla pada ESS dapatlah dipahami, mengingat pasar ESS ini besar dan bisa menjaga keandalan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Berdasarkan data Kementerian ESDM, hingga 2020 telah terpasang 153,5 mega watt (MW) PLTS di dalam negeri. Adapun PLTB mencapai 154,3 MW, Sedangkan potensi energi surya di Indonesia bisa mencapai 207,8 giga watt (GW) dan potensi PLTB mencapai 60,6 GW.

Tentang Investasi Tesla di India

Perlu kita ketahui bahwa India, melakukan pendekatan dengan Tesla Incorporation, telah dirintis sejak tahun 2015. Pada waktu itu Perdana Menteri India, Narendra Modi telah melakukan kunjungan ke pabrik Tesla Inc.