Jadi hengkangnya raksasa Tesla dari Indonesia ke India, bukanlah investasi dalam bidang yang sama. Karena itu sebetulnya tidak dapat dikatakan hengkang, tapi memang pilihan jenis pabrik yang akan dibangun berbeda.

Seperti yang kita sebutkan diatas, di India Tesla Mendirikan pabrik dibidang Battery Electric Vehicle (BEV), sedangka di Indonesia dibidang Energy Storage System (ESS).

Perlu kita ketahui, bahwa Tesla Incorporation ini, memiliki unit bisnis di bidang penyimpanan energi yaitu Powerwall dan Powerpack. Baik Powerwall maupun Powerpack merupakan baterai penyimpan energi listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Angin (PLTB), sekaligus sebagai pendeteksi pemadaman listrik dan secara otomatis menjadi sumber energi rumah, saat jaringan mati.

Hanya dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap atau panel surya (solar panel), maka Powerwall ini akan menyimpan energi matahari pada siang hari dan ini menjadikan penggunaan energi listrik tidak kuatir akan kekurangan atau kehabisan energi.

Dampak yang terjadi jika teknologi ESS sudah berkembang dengan baik dan sumber listrik dari PLTS dapat disimpan ESS, maka kecenderungan turunnya harga tarif listrik dibandingkan dengan tarif listrik sekarang ini, adalah suatu keniscayaan, sekaligus juga dapat mendorong percepatan pemanfaatan PLTS dalam negeri.