Mewujudkan Sistem Partai Sederhana

Jika kita pelajari secara seksama, problematika memimpin negeri ini terjadi karena banyaknya jumlah partai. Sayangnya, dengan jumlah partai yang banyak, juga tidak dihasilkannya partai politik yang memperoleh suara mayoritas.

Ini memang problematika kepartaian di Indonesia, partai-partai lebih memilih menjadi mengambang secara ideologi dengan mengedepankan sikap pragmatis semata. Sehingga wajar jika setiap pemilu, rakyat lebih tertarik kepada tokoh dibandingkan partai politik, rakyat enggan mengidentifikasikan diri dengan partai yang sama selama siklus pemilihan.

Untuk itu kita perlu memikirkan kembali beberapa hal berikut, pertama, sudah semestinya  terkait sistem kepartaian, mewujudkan pengupayaan dihasilkannya sistem kepartaian sederhana meski masih bersifat multipartai.

Kedua, perlunya kita membenahi berbagai UU seperti mengenai sistem pemilu, partai politik, penyelenggaraan pemilu, pemilihan kepala daerah. Dengan mengupayakan rumusan yang lebih komprehensif dan berjangka panjang berdasarkan bangunan yang bersinergi antara sistem kepartaian, sistem pemilu, dan sistem pemerintahan.