KEPADA KAPOLRI BARU

Jadi, siapa calon Kapolri baru menyongsong pensiunnya Jenderal Pol. Drs. Idham Aziz, M.Si pada 30 Januari 2021?  Pasti sangat penting untuk dijawab, tapi jangan sekadar terlibat dalam pusaran “siapa atau kelompok lulusan Akpol tahun berapa”.  

Polri itu sentralistik dalam visi, misi, fungsi, dan tugas. Tapi, Aneke Oase mengatakan, “Polisi di negara mana pun berwajah ganda”. “Sebagai ancaman atau pengawal bagi proses demokrasi,” lanjut Tito dan Hermawan dalam, “Democratic Policing” (2017: 25). Sosiolog terkemuka, alm. Prof. Koentjaraningrat menempatkan polisi sebagai salah satu di antara “pranata-pranata yang bertujuan memenuhi kebutuhan manusia untuk mengatur kehidupan berkelompok-kelompok secara besar-besaran atau kehidupan bernegara (2015: 19).

Tentang begitu pentingnya posisi dan peran Kapolri juga disitir alm. Sosiolog hukum Prof. Satjipto Rahardjo. Ia menolak penyederhanaan bahwa pergantian Kapolri merupakan hal rutin belaka. “…sebab dia adalah komandan, penentu kebijaksanaan dan arah kepolisian. Lebih daripada itu, Kapolri membimbing pasukannya dengan menanamkan visi perpolisian kepada anak buahnya” (Hasyim, 2002: 248).    

Jelaslah sudah Kapolri itu top posisi sentral dalam organisasi besar dengan lebih kurang 500 ribu anggota. Dalam satu komandonya, Kapolri harus membuka ruang kepada anak buah agar kreatif dan inovatif, dalam lingkungan Indonesia yang sedang bergerak ke arah demokrasi yang didominasi oleh kebebasan luar biasa. Pada saat yang sama, juga dituntut tertib berpegang pada aturan di bawah sorot pentingnya bersikap melayani dan mengayomi masyarakat.