PMII perlu menyusun arena baru pergerakan yang mengarah pada pengimplementasian keunggulan sains dan teknologi dalam satu agenda strategis organisasi, yang mampu memberikan kemajuan terutama terhadap pembangunan pertanian dan perdesaan.

Hal inilah yang pernah disampaikan oleh Bapak Proklamator Republik Indonesia Bung Hatta yang menempatkan desa secara substantif sebagai cahaya pembangunan dan masa depan Indonesia.

Kemampuan dalam membaca zaman dan ketepatan dalam menyusun agenda kepemimpinan ke depan, maka ruang pendistribusian kader sangat diperlukan. Secara kuantitas, PMII merupakan organisasi mahasiswa Islam yang terbesar di Indonesia dengan jumlah kader dan anggota hampir 2 juta atau hampir 1?ri jumlah penduduk Indonesia.

Laju kemampuan roda organisasi dalam merekrut anggota dan kader yang tiap tahun terus bertambah harus sejalan dengan kekuatan dalam ruang pendistribusiannya.

Jika hal itu tidak di pertimbangkan, maka kita akan selalu nyaman pada fase dimana eksistensi kader hanya berada pada ruang rutinitas formal organisasi yang berujung pada situasi kompetisi dalam penguasaan struktur secara internal atau politik internal organisasi semata.