Mengapa PMII harus bicara dan mengambil peran di pembagunan desa dan pertanian? Apakah ada korelasinya gerakan organisasi dengan pembangunan pertanian? Ataukah pertanian bukan menjadi ruang strategis bagi kader karena tidak memberikan benefit masa depan?

Sederet pertanyaan itu tentunya akan terjawab,  jika kita sebagai kader pergerakan dapat membaca dan mendalami makna dari sepenggal kalimat dari pendiri NU hadratus syaikh KH. Hasim Asy’ari tentang peran petani bagi bangsa Indonesia!

Sudah saatnya PMII merumuskan arah dan orientasi gerakannya pada penguasaan leading sector. Pemetaan SDM kader berbasis akademisi perlu dilakukan, agar pendistribusian kader terarah pada potensi yang dimiliki.

Kelimpahan kader jangan tersia-siakan, tetapi harus termanfaatkan sebagai bagian penting dari penguasaan arena kompetisi di era disrupsi. Melalui desa dan pertanian, PMII mampu menciptakan ruang strategis serta pengabdian secara kelembagaan sebagai lokus gerakan ekstra-parlementer.

Mengapa demikian, karena sudah jelas bahwa desa dan pertanian adalah masa depan Indonesia. Jika kita lebih jauh menelusuri dari sekian banyak anggota dan kader yang dimiliki, hampir rata-rata semuanya berasal dari kawasan perdesaan dengan sumber kehidupan keluarga dari sektor pertanian.